SUBHANALLAH...!!!, Kisah Nyata !! Indahnya Islam, " Sedekah Satu Juta Ibu Janda Itu Dibalas Tunai oleh Allah "...!!! SIMAK PENJELASANNYAN DAN MOHON DI BAGIKAN...!!!


SEORANG ibu berusia 59 tahun bernama Hastuti di Jati Asih Bekasi saat itu sedang gamang. Ia tengah berdiri di sebuah konter bank sesudah menarik dana sebesar Rp. 1 juta dari Teller. Rasa sedih menghinggapinya lagi. Hampir saja ia menangis meratapi jumlah saldo tabungannya yang kini tersisa Rp. 7 juta demikian.

Bukan masalah uang yang tersisa yang sesungguhnya yang membuat ia hampir menangis. Namun, sungguh saldo itu semakin jauh saja dari Biaya Setoran Haji yang sejumlah 28 juta.

Sudah berkali-kali ia mencoba menyisihkan uang yang ia miliki untuk dapat berhaji. Tetapi telah berkali-kali angka saldo itu tak pernah kian lebih Rp 8 juta. Setiap saat hingga angka itu, senantiasa ada saja kepentingan menekan yang perlu ia tutupi. Jadi, saldo di tabungan bukannya semakin tambah, yang ada senantiasa kurang serta menyusut. Semalam Hastuti tidak kuasa menahan gundahnya. Ia laporkan kegalauannya pada Tuhan Yang Maha Mendengar dalam doa & munajat.

Seakan memperoleh ilham dari Allah, paginya ia menarik dana sebesar 1 juta. Kesempatan ini dana yang ia tarik bukanlah untuk keperluannya pribadi, tetapi duit beberapa itu bakal ia infakkan pada anak-anak yatim yang ada di lingkungannya.

Mulai sejak pagi, ibu Hastuti telah keluar dari tempat tinggal. Mendekati sore, baru ia kembali sesudah mengambil duit di bank serta lalu membagikannya pada anak-anak yatim di sekitaran.
Ia tiba dirumah pada jam 1/2 empat sore. Ia segera menuju kamar. Selesai ubah pakaian serta shalat Ashar, ia panggil pembantunya yang bernama Ijah untuk membikinkan secangkir teh.

Ijah juga datang serta membawakan teh untuk sang Majikan. Dalam tempat tinggal seluas 200 mtr. itu, cuma mereka berdua yang menempati. Ibu Hastuti yaitu seseorang wanita yang telah belasan th. menjanda. Ia memilik 3 orang putra serta 2 putri. Saat ini semua sudah berkeluarga serta meninggalkan tempat tinggal. Ibu Hastuti tinggal sendiri berbarengan Ijah dalam saat tuanya. Hal semacam ini mungkin saja yaitu satu potret wajar orang-orang moderen Indonesia jaman saat ini.

Waktu Ijah datang membawa teh pesanan majikannya. Sesudah menempatkan cangkir teh di meja, Ijah mendekat ke arah majikannya untuk memyampaikan satu berita.

“Bu…, tadi waktu ibu pergi, den Bagus datang kurang lebih jam 9. Ia semula mencari ibu, namun lantaran ibu tidak ada dirumah, ia menulis surat serta nitipkan satu amplop cokelat. ”

Ibu Hastuti juga lalu menyampaikan, “Oalah… Kok tidak bebrapa katakan bila ingin datang. Saya khan juga kangen. Telah lama tidak ketemu. Mari, mana Jah suratnya. Mungkin saja dia juga kesel telah datang jauh-jauh namun tidak ketemu dengan bundanya. ”

Ijah juga masuk kembali untuk mengambil surat den Bagus serta amplop yang dititipkan. Amplop cokelat itu seperti berisikan beberapa duit. Memiliki bentuk juga te


al. Terlebih dalam amplop itu bertuliskan logo satu bank. Tetapi keinginan untuk buka amplop itupun ditahan oleh Bu Hastuti. Tangannya lalu bergerak ke selembar kertas yang dikatakan sebagai surat oleh Ijah.

Bu Hastuti mulai membacanya. Dengan diawali basmalah serta salam, surat itu di buka. Tidak lupa perkataan serta doa kesehatan untuk bunda dari anak-anaknya.

Tidak kian lebih 2 menit, surat itu sudah usai di baca oleh ibu Hastuti. Tetapi dalam saat yang singkat itu, air mata membanjiri ke-2 matanya, mengalir deras menetesi pipi serta sebagian bulir tampak jatuh di surat yang ia pegang. Lalu ia juga mengintip duit yang ada dalam amplop cokelat itu. Lalu ia berucap kata “Subhanallah! ” berkali-kali seraya memanjatkan rasa sukur yang mendalam pada Tuhan atas anugerah yang tidak ada terkira.

Selesai mengontrol hatinya, ia selekasnya menelpon Bagus, anak pertamanya. Waktu suara sambung terdengar, ia menarik nafas yang dalam. Demikian tersambung, bu Hastuti segera mengatakan salam serta menyampaikan,

“Terima kasih ya Nduk… Subhanallah, walau sebenarnya baru semalam ibu berdoa mengadu pada Allah kepingin berhaji, namun ibu malu ingin narasi pada kalian semuanya. Takut ngerepotin… Eh, kok jadi pagi-pagi kalian semuanya telah nganterin uang sejumlah itu. Terima kasih ya, Nak… Kelak ibu juga ingin telponin adik-adikmu yang lain. Mudah-mudahan murah rejeki serta lebih barokah! ”

Di seberang sana, Bagus putra pertamanya berkata,

“Sama-sama bu… Itu cuma kebetulan kok. Sekian hari lantas, saya ajak adik-adik untuk rembugan agar bisa menghajikan ibu. Kebetulan kami semuanya lagi di beri kelapangan, jadi Alhamdulillah duit itu bisa terkumpul. Semoga ibu dapat berhaji selekas mungkin…. ”

Suara nada Bagus terdengar ceria oleh ibunya. Seceria hati Hastuti saat ini. Telah lama ia bersabar agar bisa berhaji ke Baitullah.

Alhamdulillah sesudah penantian demikian lama, Allah lapangkan jalan bu Hastuti untuk datang ke rumah-Nya begitu gampang. Dengan dana Rp 30 juta dari anak-anaknya, kemauan untuk berhaji juga ia mewujudkan pada th. 2016. islampos/sudahtahukahanda/tolongbagikanlah
SUBHANALLAH...!!!, Kisah Nyata !! Indahnya Islam, " Sedekah Satu Juta Ibu Janda Itu Dibalas Tunai oleh Allah "...!!! SIMAK PENJELASANNYAN DAN MOHON DI BAGIKAN...!!! SUBHANALLAH...!!!, Kisah Nyata !! Indahnya Islam, " Sedekah Satu Juta Ibu Janda Itu Dibalas Tunai oleh Allah "...!!! SIMAK PENJELASANNYAN DAN MOHON DI BAGIKAN...!!! Reviewed by cinta on 22:37 Rating: 5
Powered by Blogger.